Pak Omank

Guru SD Negeri 1 Tempuran Kecamatan Wanayasa Kabupaten Banjarnegara Jawa Tengah...

Selengkapnya
Literasi Baca Tulis : Berharap Dagangan Laris Manis
ilustrasi : dokpri

Literasi Baca Tulis : Berharap Dagangan Laris Manis

Membaca dan menulis merupakan literasi yang dikenal paling awal dalam sejarah peradaban manusia. Keduanya tergolong literasi fungsional dan berguna besar dalam kehidupan sehari-hari. Dengan memiliki kemampuan baca-tulis, seseorang dapat menjalani hidupnya dengan kualitas yang lebih baik. Terlebih lagi di era yang semakin modern yang ditandai dengan persaingan yang ketat dan pergerakan yang cepat. Kompetensi individu sangat diperlukan agar dapat bertahan hidup dengan baik.

Membaca merupakan kunci untuk mempelajari segala ilmu pengetahuan, termasuk informasi dan petunjuk sehari-hari yang berdampak besar bagi kehidupan. Ketika menerima resep obat, dibutuhkan kemampuan untuk memahami petunjuk pemakaian yang diberikan oleh dokter. Jika salah, tentu akibatnya bisa fatal. Kemampuan membaca yang baik tidak sekadar bisa lancar membaca, tetapi juga bisa memahami isi teks yang dibaca. Teks yang dibaca pun tidak hanya kata-kata, tetapi juga bisa berupa simbol, angka, atau grafik.

Salah satu prinsip dasar pengembangan dan implementasi literasi baca-tulis adalah responsif kearifan lokal. Literasi baca-tulis tidak berada di ruang vakum sosial dan budaya serta tidak bisa dikembangkan dan diimplementasikan dengan mengabaikan, lebih-lebih meniadakan lokalitas sosial dan budaya. Agar gerakan literasi baca-tulis membumi dan berhasil tujuannya, pengembangan dan implementasi literasi baca-tulis perlu responsif dan adaptif terhadap kearifan lokal; kearifan lokal nusantara yang demikian kaya dan beragam perlu didayagunakan dan dimanfaatkan secara optimal dalam perencanaan dan pelaksanaan literasi baca-tulis di sekolah, keluarga, dan masyarakat sehingga literasi baca-tulis juga mampu merawat, merevitalisasi, dan melestarikan serta meremajakan (rejuvinasi) kearifan lokal Indonesia (Kemdikbud, 2017).

Sejalan dengan prinsip tersebut, Pemerintah Kabupaten Banjarnegara mengembangkan Kurikulum Mulok Dawet Ayu yang mulai diberlakukan tahun 2015/2016. Kurikulum ini berlaku untuk siswa jenjang SD/MI sederajat. Mulok Dawet Ayu adalah sarana mengenalkan budaya dan kearifan lokal yang ada di Banjarnegara.

Oleh karena itu, pembelajaran di kelas-kelas awal (1-3) masih menekankan pada aspek membaca, menulis dan berhitung. Kegiatan dikemas agar tetap menarik misalnya dengan menebalkan tulisan, mewarnai gambar, dan membuat poster/iklan sederhana. Semua kegiatan tersebut dikaitkan dengan tema dawet ayu.

Materi Dawet Ayu merupakan simpul pengikat bagi keseluruhan materi Mulok Kabupaten Banjarnegara. Di dalamnya tercakup materi lain seperti sejarah, pariwisata, dan kerajinan khas Banjarnegara. Karena tujuan utama dari pelajaran ini adalah menjual Banjarnegara ke kancah nasional maupun internasional melalui bidang pariwisata.

Untuk menjadi penjual yang baik dibutuhkan kemahiran baca-tulis. Dengan kemahiran tersebut diharapkan dapat meyakinkan calon pembelinya. Maka, dengan suksesnya literasi baca-tulis ada harapan besar dagangannya juga laris manis. Semoga!

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Siiip pak.. salam literasi dan dagang cawet ayu pak omank...

13 Feb
Balas

Sudah keluar semedinya pak? Berarti sdh siap kirim naskahnya. Tak tunggu lho!

13 Feb

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali